Beda Kelas Kereta Api Beda Pelayanan

Naik bis atau kereta api? Kereta api (KA) dooong. Selain murah (terutama KA ekonomi), pemandangan sepanjang jalan lebih indah berupa sawah-sawah, tidak khawatir muntah karena tidak bau bensin dan relatif aman dari asap rokok. Dan pastinya, khusus KA Ekonomi non AC tidak akan mengalami kenaikan harga tiket ketika hari raya.

Ada 3 kelas KA yaitu kelas eksekutif, bisnis dan ekonomi. Apa sih yang membedakan ketiga kelas itu? Cekidot yuk! (Asli! Saya tidak nyaman dengan istilah kelas. Kesannya diskriminatif sekali. Tapi ya sudahlah, ini istilah yang dipakai pihak PT. KAI.

Pertama: Harga

Kelas eksekutif merupakan kelas dengan harga tiket termahal. Kelas eksekutif ini dibagi menjadi A dan B. Kereta api eksekutif A memiliki rangkaian gerbong yang semuanya adalah kelas eksekutif. Harganya bisa 2 kali lipat harga kelas bisnis. Nah, kalau eksekutif B, rangkaian gerbongnya terdiri dari kelas eksekutif, bisnis bahkan beberapa ada kelas ekonomi AC-nya juga. Harganya sih sekitar 40% lebih tinggi dari harga bisnisnya.

Contohnya kereta dari Bandung ke Yogyakarta untuk keberangkatan 5 Agustus 2012. Kereta api eksekutif A seperti Turangga dan Argowilis, harga tiketnya Rp 285.000 (Eh, H-7 lebaran harganya Rp 470.000, dan hari H seharga Rp 510.000). KA eksekutif B seperti Lodaya yang memiliki rangkaian bisnis, harganya untuk kelas eksekutif Rp 200.000 dan bisnis Rp 135.000. Sedangkan contoh Eksekutif B yang memiliki ekonomi AC-nya adalah Malabar. Harga tiket eksekutif Rp 220.000, bisnis Rp 160.000 dan ekonomi Rp 110.000.

Kalau kelas ekonomi harganya super duper murah. Nih ya, Bandung – Yogyakarta harganya hanya Rp 35.000! Murah banget kan?! Emang bener angkutan rakyat.

KA Ekskutif A

KA Ekskutif B

Kedua: Fasilitas

Kursi empuk layaknya bis antar kota eksekutif, bantal, kamar kecil yang harum, AC, dan televisi flat yang ditempel di bagian depan gerbong merupakan fasilitas yang diperoleh kelas eksekutif. Makanan yang ditawarkan lebih beragam dan high class (pastinya dengan high price). Petugas menawarkan makanan hanya dengan menyodorkan menu yang mereka miliki. Biasanya yang menawarkan makanan sih Mas-Mas yang masih muda dengan pakaian bersih dan rapi. Hohoho.

Kelas bisnis memiliki tempat duduk yang cukup empuk tapi dengan pelapis kulit biasa. Bedanya dengan kelas ekonomi adalah tempat duduknya bisa dibalik atau diatur berhadap-hadapan dengan tempat duduk di depan atau di belakangnya. Kalau tempat duduk kelas ekonomi, paten tuh duduknya berhadap-hadapan 2 orang-2 orang. Sebagaimana kelas eksekutif, kelas bisnis memiliki 2 lajur tempat duduk yaitu kiri dan kanan dimana masing-masing barisnya terdiri dari 2 tempat duduk di kanan dan 2 tempat duduk di kiri. Sedangkan kelas ekonomi terdiri dari lajur dengan 2 dan 3 tempat duduk.

Di kelas bisnis dan ekonomi ditawarkan juga makanan. Menu yang ditawarkan lebih “murah”. Pakai tanda petik karena mi instan rebus saja harga satu porsinya sampai Rp 10.000 (di kelas eksekutif sekitar Rp 12.000). Mahalnyaaa. Padahal harga normal di warung bubur kacang ijo, semangkuk mi instan rebus sekitar Rp 4.000, sudah menggunakan sawi hijau dan telur. Menu yang biasa ditawarkan pada kelas ini berupa nasi goreng, mi instan, air kopi, air teh atau air jeruk. Dan biasanya mereka membawa serta masakan/minuman yang ditawarkan ke penumpang. Petugasnya? Bapak-bapak dengan seragam yang warnanya sudah mulai pudar.

Pedagang asongan bisa masuk dan menjajakan langsung dagangannya kepada penumpang pada kelas bisnis dan ekonomi. Walau sudah ada peraturan turun ketika kereta akan berangkat, masih ada saja beberapa pedagang yang ikut sampai stasiun-stasiun berikutnya. Terkadang ada petugas keamanan kereta yang mengingatkan.

Pada kelas ekonomi atau bisnis akan Anda temui kamar kecil dengan lobang WC nongkrong, sebuah ember kecil dari seng dengan sebuah gayung plastik. Saya pernah mendapatkan pintunya yang tidak dapat ditutup rapat. Jika baru berangkat dari stasiun pemberangkatan, masih bau karbol karena baru dibersihkan. Beda jika sudah lebih dari separo perjalanan, bau pesing mulai tercium.

Gerbong kereta bisnis lebih bersih dari kereta ekonomi. Tiap gerbongnya dilengkapi kipas angin. Satu gerbong sekitar 5 buah. Kereta api ekonomi umumnya tidak ada kipas angin, namun ada yang menggunakan AC untuk KA ekonomi yang serangkaian dengan gerbong eksekutif (KA eksekutif B).

KA Bisnis

Ketiga: Kemudahan memperoleh tiket

Kereta api eksekutif, bisnis dan ekonomi AC bisa dengan mudah diperoleh karena ada banyak bentuk layanan dan titik penjualan. Selain di stasiun, tiket bisa diperoleh melalui contact center 121/021-121, railbox, kantor pos, indomaret, alfamart, fastpay, citos connection, mobile ticketing online atau rail agent-nya yang tersebar, dan sebagainya. Oya, catatan. Jika membeli selain di stasiun akan ada biaya tambahan. Misalnya di Indomaret, biaya tiket ditambah Rp 7.000. Saya lupa sebagai uang apa gitu. Jadi, kalau malas untuk ngantri di stasiun, bisa membeli melalui tempat-tempat alternatif. Namun, jika belinya banyak, misalnya 10 buah, lumayan juga tuh hitungan akhirnya. Bisa beda Rp 70.000 sendiri.

Tiket KA ekonomi hanya bisa dibeli di stasiun khusus kelas ekonomi. Misalnya stasiun Lempuyangan di Yogyakarta, Kiara Condong di Bandung, Gombong di Surabaya, Pasar Senen di Jakarta. Penjualan biasanya dimulai dari pukul 00.00 WIB. Benar-benar butuh perjuangan deh untuk mendapatkan tiket ekonomi apalagi musim liburan atau hari raya.

Rail Box

Keempat: Waktu tempuh

Pasti dong kelas ekonomi yang paling lama karena harus “mengalah”, memberi jalan kepada kelas-kelas yang ada di atasnya. Hirarkinya bisa lihat pada contoh berikut. Misalnya waktu tempuh kereta api Yogyakarta-Bandung:

Eksekutif Argowilis sekitar 7 jam.

Eksekutif – bisnis Lodaya sekitar 7 jam 24 menit

Eksekutif – bisnis – ekonomi AC Malabar sekitar 8 jam

Bisnis Mutiara Selatan 8 jam 23 menit

Ekonomi Pasundan sekitar 10 jam.

Naaah, kalau terburu-buru tapi uang tidak cukup untuk pesawat, pilih kereta eksekutif. Sebenarnya sih beda tipis, apalagi kalau dapat tiket pesawat promo. Kalau benar-benar tidak punya uang dan tidak dikejar waktu, ekonomi saja. Panas sih kalau perjalanan siang, tapi bisa lebih menikmati pemandangan sawah-sawah yang terbentang karena lebih sering berhenti dan lama.

KA Ekonomi

Katanya, layanan kelas eksekutif terus ditingkatkan misalnya dengan modifikasi interior untuk kelas eksekutif sehingga penumpang merasa lebih nyaman. Semoga segera ada perbaikan untuk kelas bisnis dan ekonomi juga ya. Pastinya, kita sebagai para penumpang pun kudu melakukan perbaikan perilaku. Contohnya, tidak membuang sampah sembarangan atau mencorat-coret gerbong. Well, secara umum, PT. KAI sudah melakukan perbaikan layanan, diantaranya:

  1. Yang bisa masuk peron hanya pemiliki karcis. Pengantar tidak boleh. Sehingga kondisi dalam stasiun tidak sesak. Bahkan di Pasar Senen misalnya, penumpang yang masih lama jadwal keberangkatannya dilarang masuk dan diminta menunggu di ruang tunggu dulu.
  2. Karcis bisa dibeli 90 hari sebelum hari keberangakatan. Ini menghindari antrian panjang dan berdesakan ketika membeli karcis.
  3. Untuk kelas ekonomi, karcis yang dijual sesuai dengan jumlah tempat duduk yang ada, seperti laporan VoA berjudul “Tiket Kereta Api untuk Mudik Lebaran Habis Terjual” pada Sabtu, 14 Juli 2012. PT KAI memberlakukan kapasitas 100 persen atau dengan kata lain tidak ada penumpang yang berdiri selama perjalanan, karena satu tiket hanya berlaku untuk satu tempat duduk.
  4. Patroli petugas keamanan ada pada setiap kereta, termasuk kelas ekonomi juga. Jadi, tenang deh.
  5. Himbauan untuk tidak merokok. Namanya juga himbauan, bukan larangan. Kalau larangan, ketika dilanggar maka akan dihukum. Biasanya penumpang akan memilih menghabiskan rokoknya di dekat pintu.

Ada beberapa tips agar tetap aman ketika menggunakan kereta terutama KA bisnis atau ekonomi, diantaranya:

  1. Sembunyikan apa yang Anda bawa. Maksudnya? Hindari menyebutkan isi tas Anda. “Eeeh, hati-hati meletakkan tas itu. Isinya laptop!” Ini namanya mengundang pencuri.
  2. Hindari memainkan gadget Anda. Apalagi sering dan mahal seperti iPad.
  3. Berhati-hati meletakkan tas tangan. Biasanya kita akan meletakkannya di samping dekat dinding gerbong. Nah, ada beberapa kereta yang memiliki jarak antara dinding dan tempat duduk. Sehingga tangan dari kursi belakang bisa lewat. Teman saya pernah mengalami, tasnya di silet dan HP-nya lenyap.
  4. Waspada dengan orang yang mengajak ngobrol ketika kereta sudah mulai sepi penumpang. Biasanya mereka ada beberapa orang. Satu orang mengajak bicara, sisanya beroperasi.
Dipublikasi di All About Indonesia | Tag , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

100.000 SMS/hari ke Semua Operator dari 3 (Three)

3 (Three) seperti tak habis-habisnya memberikan promo super kepada pelanggannya seperti saya. dengan menghadirkan Paket yang dapat Memanjakan Konsumennya Hal ini dibuktikan dengan adanya paket sms gratis 100 ribu sms/hari hanya dengan Rp 399 + ppn tiap harinya, Berikut Cara untuk mendaftar Paket 100.00 sms/hari dari Three.

PAKET SMS 3
Dapakan 100.000SMS/hari ke Semua Operator!
Paket Harian
Rp438/hari
Kirim MAU SMSHARI ke 123

Paket Mingguan
Rp2.750/minggu
Kirim MAU SMSMINGGU ke 123

Paket Bulanan
Rp11.000/bulan
Kirim MAU SMSBULAN ke 123

Note:

Jika dalam /hari Gratis 100.000SMS ini habis maka akan dikenakan tarif normal sesuai tarif SMS 3 Anda
Akan dipotong secara otomatis jika pulsa Anda mencukupi untuk yang Paket Bulanan, Paket Mingguan atau Paket Harian
Untuk berhenti berlangganan, Kirim STOP SMS ke 123
Tarif sudah termasuk PPN
Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Beda Warna Paspor Beda Wilayah Jelajah

Kalau sedang jalan-jalan ke luar negeri, paspor menjadi salah satu harta kita yang paling berharga. Kita sering diwanti-wanti untuk menjaganya dengan sepenuh hati mulai dari membuat copy, menyimpan asli dan copynya secara terpisah, hingga membawanya ke mana-mana (sampai bingung mau ditaruh mana kalau mau snorkeling). Mengapa sih ada orang yang mau mencuri paspor?, Apa berapa macam paspor itu?. Yuk, kita belajar sedikit seluk beluk tentang paspor.

Seperti kita ketahui paspor adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh suatu negara dan berlaku untuk perjalanan antar negara. Selain berisi identitas resmi pemegangnya, terkadang paspor juga dilengkapi dengan daftar nama-nama negara yang tidak boleh dimasuki oleh pemegang paspor contohnya : duluuuuu, Indonesia melarang warganya untuk berkunjung ke Israel dan Taiwan tapi sekarang di sampul depan sudah tertera bahwa “ Paspor ini berlaku untuk seluruh dunia”.

Nah di jaman yang semakin maju ini, selain paspor konvensional (seperti yang saya punya saat ini) ada juga yang disebut e-paspor atau elektronik paspor dimana pada paspor tersebut telah ditanamkan sebuah chip yang berisikan biodata pemegang beserta data biometrik-nya, data biometrik ini disimpan dengan maksud untuk lebih meyakinkan bahwa orang yang memegang paspor adalah benar orang yang memiliki dan berhak atas paspor tersebut. Makanya paspor ini juga dinamakan paspor biometrik. Biasanya e-paspor ini terdapat lambang “-o-” di sampul depannya.

Untuk menghindari pemalsuan, setiap negara memiliki bentuk chip dan data biometrik yang berbeda. Data biometriknya ada yang menggunakan bentuk wajah, sidik jari bahkan iris mata. Hal ini menjelaskan mengapa di beberapa bandara terkemuka terdapat alat scan mata, scan sidik jari dan kamera yang biasanya nangkring di loket-loket petugas imigrasi bandara. Di dalam paspor biometrik ini ditanam antenna, processor, chip dan RFID Label yang dilaminating dibawah identitas pemegang. Indonesia sendiri sudah mulai mengeluarkan e-paspor sejak Januari 2011 walaupun baru mewajibkan penggunaannya mulai tahun 2015. Harga e-paspor berkisar antara Rp. 400.000 – Rp. 650.000 berlaku untuk 5 tahun dengan bentuk wajah dan sidik jari sebagai data biometriknya. Sebelumnya sejak tahun 2006, Indonesia sudah menerbitkan paspor biometrik (tapi bukan e-paspor). Tapi, alih-alih menggunakan chip, paspor biometrik Indonesia menggunakan system bar code sebagai penggantinya. Padahal yang model chip saja masih bisa tembus apalagi yang pakai bar code (kasihan dikau..).

Pemerintah Indonesia juga berencana mendesentralisasi penerbitan e-paspor ke semua kedutaan besar Indonesia. Langkah ini tergolong berani, karena sampai saat ini tidak ada satupun negara di dunia yang berani melaksanakan sistim tersebut. Bukan terletak pada hambatan tehnologi, tapi berdasarkan akal sehat dan asumsi bahwa risiko keamanan dari system desentralisasi tersebut lebih besar daripada manfaatnya (nah lho!).

Selain paspor konvensional dan biometrik, tiap negara umumnya juga mengeluarkan beberapa jenis paspor yaitu Paspor umum (Regular Passport), untuk perjalanan regular biasa kalau di Indonesia berwarna hijau. Paspor Diplomatik (Diplomatic Passport), untuk mereka yang bekerja sebagai perwakilan diplomatik. Paspor Diplomatik Indonesia berwarna hitam. Selain paspor diplomatik masih ada lagi Paspor Dinas/Resmi (Service Passport), yang diterbitkan untuk kalangan teknisi dan petugas administrasi dari suatu misi diplomatik ataupun bagi pegawai negeri/pemerintah yang sedang melaksanakan tugas ke luar negeri. Di Indonesia, paspor ini berwarna biru yang dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri atas Izin Sekretariat Negara.

Selanjutnya bagaimana mengukur tingkat kekerenan sebuah paspor?. Sebuah lembaga swasta terkemuka yang bernama Henley & Partners setiap tahun menerbitkan apa yang disebut  The Henley Visa Restriction Index. Indeks ini merangking suatu negara berdasarkan banyaknya negara yang bisa dimasuki warga negaranya tanpa memerlukan visa. Berdasarkan index tersebut untuk tahun 2010 terpilihlah paspor United Kingdom sebagai paspor terkeren di dunia dengan 166 negara bebas visa. Jadi bila di dunia ini terdapat kurang lebih 205 negara maka warga UK bisa melenggang ke 166 negara tanpa visa dengan batas tinggal berkisar antara 3 hari sampai 3 tahun (wihhh senengnya). Lantas bagaimana posisi Indonesia di Index ini?. Berikut rangking negara-negara ASEAN dalam  The Henley Visa Restriction Index tahun 2010.

1. Singapura, paspor terkeren se-Asean dari tahun ke tahun tetap saja dipegang oleh negara ini. Menduduki posisi ke 11 dunia, warga Singapura bisa masuk ke 155 negara tanpa visa (irinya…!!) termasuk ke negara-negara yang bagi WNI susah keluar visa seperti Amerika Serikat dan Schengen Area. Di kedua negara-negara tersebut mereka bahkan bisa tinggal selama 90 hari (oh no..).

2. Malaysia, di posisi 13 dunia, warga negara Malaysia bisa memasuki 151 negara tanpa visa. Walaupun belum sehebat paspor Singapura, tapi setidak-tidaknya mereka bisa mengunjungi 25 negara Schengen tanpa visa dan bisa tinggal di UK selama kurang lebih 6 bulan.

3. Brunei Darussalam, (Ranking 24 dunia dengan 134 negara tanpa visa). Keunggulan paspor Brunei dibanding Malaysia dan Singapura adalah kemampuannya untuk menembus dan tinggal selama 3 bulan di negara-negara European Economic Area (negara-negara Schengen Area ditambah 6 negara lain termasuk United Kingdom)

4. Thailand, (Ranking 69 dunia dengan 60 negara tanpa visa). Pemegang paspor Thailand bisa mengunjungi Belanda, Swiss, dan Spanyol tanpa visa selama masa tinggalnya tidak lebih dari 90 hari.

5. Philipina, (Ranking 73 dunia dengan 54 negara tanpa visa). Paling tidak orang philipina bisa mengunjungi Jeju Island selama 30 hari tanpa visa, dan Mesir walaupun hanya bagian Sinai Selatan.

6. Indonesia, (Terpuruk di ranking 81 dunia dengan hanya 46 negara tanpa visa). Walaupun rankingnya turun dibanding tahun lalu setidak tidaknya ada kemajuan dari 43 negara tanpa visa menjadi 46 negara.

Tapi paling tidak Indonesia boleh berbangga karena telah melampaui Vietnam, Laos, Kamboja dan Myanmar yang masing-masing menempati posisi 84, 85, 87 dan 92.

Walaupun passport kita bukan yang terkeren sedunia (bahkan seAsia), kita tetap harus hati-hati menjaganya. Mengapa? selain kalau hilang repot mengurusnya, di pasar gelap paspor merupakan sumber uang cepat apalagi paspor konvensional yang belum ada barcode dan data biometriknya. Di pasaran, paspor yang sering menjadi sasaran pemalsuan dan pencurian adalah paspor yang Henley Indexnya tinggi. Hal ini memacu pemerintah negara-negara tersebut untuk makin memperketat keamanan paspornya mulai dari penggunaan tinta khusus sampai penanaman alat-alat keamanan tersembunyi yang hanya bisa dideteksi oleh alat khusus pula. Tapi dimana mana maling memang lebih pintar, walaupun sudah diberi keamanan model apapun tetap bisa dibobol (he he he).

Nah, apa yang bisa kita lakukan bila paspor kita hilang?. Bila hilangnya di dalam negeri, kita tinggal mengurusnya di kantor imigrasi terdekat. Tapi bila hilangnya di luar negeri ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. Pertama, melapor ke kantor polisi terdekat agar mendapat surat keterangan hilang. Kedua, bawa surat keterangan hilang dan copy paspor atau visa ke konsulat KBRI. Ketiga menyediakan pas foto dan dokumen-dokumen terkait lainnya (seperti KTP, Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran). Ada beberapa KBRI yang mengharuskan pas foto khusus dan ada yang tidak , jadi tidak ada ruginya bawa pas foto kalau lagi traveling. Kalau memerlukan pas foto khusus, tanya saja sama petugas KBRI mesti foto di studio mana. Keempat, menunggu paspor baru selesai. Lamanya bervariasi ada yang jadi sehari dan ada yang 3-5 hari. Setelah selesai anda akan diberikan dokumen pengganti paspor yang dinamakan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) yang mempunyai kedudukan hukum sama. Masa berlakunya adalah satu tahun sejak tanggal diterbitkan.

Bagaimanapun semua ada untung dan ruginya. Keterpurukan passpor Indonesia membuat kita membatasi berpergian ke luar negeri dan untungnya alam Indonesia yang kaya tidak pernah membosankan untuk dikunjungi. Seperti kata pepatah “It’s not about the destination but the journey itself”, selalu ada keindahan di setiap perjalanan bahkan ke kampung halaman kita sendiri.

Semoga bermanfaat dan happy traveling…

Dipublikasi di All About Indonesia | Tag , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Cara Membuat Paspor Online Tanpa Calo

Proses Online

  1. Scan semua dokumen pendukung untuk pendaftaran passport seperti: KTP, KK, Akte Lahir, Ijazah, Surat Nikah dan Surat Rekomendasi dari kantor. Jangan lupa disimpan dengan format JPG hitam putih dengan ukuran maksimal 300kb.
  2. Setelah itu buat surat permohonan pembuatan passport secara online dengan alamat websitenya adalah http://www.imigrasi.go.id/ kemudian masuk ke menu “Layanan Publik” – “Layanan Online” – “Layanan Passpor Online”. Atau di http://ipass.imigrasi.go.id:8080/xpasinet/ .Surat permohonan ini dibuat minimal satu hari sebelum ke kantor imigrasi.

Setelah semua formulir online diisi cetak Tanda Terima Pra Permohonan.

Proses Di Kantor Migrasi

  1. Datang ke kantor imigrasi dengan membawa Tanda Terima Pra Permohonan tadi serta seluruh dokumen asli dan foto copynya seperti: KTP, KK, Akte Lahir, Ijazah, Surat Nikah dan Surat Rekomendasi dari kantor.
  2. Beli formulir pendaftaran passport baru. Klo diimigrasi Jakarta Utara formulir ini dijual di fotocopy sebelah kantor imigrasi, harganya Rp. 13.000,-.
  3. Antri dibagian pembuatan passport baru. Supaya cepat, sambil antri isi seluruh data diformulir yang baru dibeli tadi.
  4. Daftar dibagian informasi
  5. Tunggu nama dipanggil untuk verifikasi data.
  6. Verifikasi data, disini om/tante akan diminta formulir pendaftaran passpor, dokumen asli dan foto copy KTP, KK, Akte Lahir, Ijazah, Surat Nikah dan Surat Rekomendasi dari kantor. Jangan lupa tunjukan bukti Tanda Terima Pra Permohonan yang telah dibuat secara online tadi.
  7. Apabila data om/tante sudah OK, om/tante akan diminta memfoto copy formulir yang sudah diverifikasi dan menyerahkannya kembali kepetugas imigrasi.
  8. Kemudian om/tante akan diminta antri kebagian kasir untuk melakukan pembayaran. Untuk passpor dengan 48 halaman harganya adalah Rp. 255.000,-.
  9. Setelah melakukan pembayaran om/tante akan disuruh antri lagi untuk mendapatkan bukti pembayaran dan nomor antri foto dan wawancara.
  10. Step berikutnya adalah foto dan wawancara. Klo wawancara OK, artinya passpor anda sudah disetujui. om/tante akan diminta tanda tangan di passpor om/tante. Setelah itu petugas akan meminta om/tante untuk datang 4 hari kerja kemudian untuk mengambil passpor (Sabtu, Minggu dan hari libur nasional tidak dihitung) .
  11. H+4 om/tante datang diatas jam satu (ingat diatas jam 1). Langsung kebagian pengambilan passpor dengan menunjukan bukti pembayaran.
  12. Klo sudah jadi anda diminta memfoto copy halaman pertama dan terakhir passpor anda dan menyerahkannya kepada petugas.
  13. Passpor sudah jadi deh

Tips:

  • Datanglah sepagi mungkin ke kantor imigrasi. Walaupun kantor buka jam 8 tapi yang antri sudah banyak.
  • Bawa bekal makanan/minuman takut kelaparan/kehausan saat antri.
  • Bawa uang secukupnya
  • Bikin passpor tanggal tua, soalnya klo tanggal tua yang bikin dikit.
  • Pakailah pakaian yang berkerah dan bukan bewarna putih.
  • Untuk yang menggunakan jilbab jangan menggunakan jilbab putih.

Q & A

  • Q : Biayanya bikin passpor brp ya?
  • A : Formulir = 13rb, Passport 48 Hal = 255rb, Passport 24 Hal = 105rb, e-Passport 48 Hal = 655 dan e-Passport 24 hal = 405rb.
  • Q : Kok harga passport turun sih?
  • A : Terhitung per 1 January 2011 biaya pengambilan sidik jari Rp.15.000,- dihilangkan.
  • Q : Emang kalo bikin lewat calo brp ya?
  • A : Sebagai gambaran untuk passport 48 hal biasa harganya 550rb, 1 hari 750rb (gila banget nih calo!!!). Ini anda juga harus antri foto dan interview. Jadi sama aja kayak ga pakai calo. Klo gw sih ogah ngasih duit ke calo segitu, mending buat jalan2 deh..
  • Q : Katanya sekarang sudah pakai e-Passport ya?
  • A : e-Passport merupakan pengembangan passport konvensional yang ditanamkan sebuah chip didalamnya. Di Indonesia e-passport baru dilakukan uji coba dibeberapa kantor imigrasi tertentu seperti: Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat, Soekarno-Hatta dan Jakarta Pusat. e-Passport masih bersifat optional, jadi masyarakat masih bisa mengajukan passport konvensional sampai 2015. Karena setalah 2015 seluruh passport akan menggunakan chip (e-passport).
  • Q : KTP saya Bengkulu mau bikin passpor di Jakarta, boleh ga ya?
  • A : Boleh, asal syaratnya lengkap bikin atau perpanjang bisa diseluruh kantor imigrasi di Indonesia.
Dipublikasi di All About Indonesia | Tag , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Rute Angkot Bandung

nah kalau tulisan yang 1 ini saya dedikasikan untuk sahabat saya yang bernama Sandy Herawan, karena darinya tulisan ini tercipta. Padahal dia bukan orang bandung tapi orang padalarang, tapi sedang menyusun skripsi yang judulnya maap kalau saya ga hafal tapi yg jelas seperti ini “Evaluasi Rute Angkot Di Kota Bandung”. Kalau liat rute angkot yang pabaliut kyak liat mukanya sandy herawan yg sama pabaliutnya gara gara skripsi, #uppppsss

Maap ke bablasan bahas sandy herawannya, punten san.

yuk langsung di share aja rute angkotnya, biar pada ga nyasar kalau lagi main main ke bandung ya,.

Hijau – Kuning (01)

ABDUL MUIS (Kebon Kelapa) – CICAHEUM via BINONG (01) – 24 jam

Terminal Kebon Kelapa – Jl. Pungkur – Jl. Karapitan – Jl. Buah Batu – Jl. Banteng – Jl. Sancang – Jl. Lodaya – Jl. Martanegara – Jl. Turangga – Jl. Gatot Subroto – BSM – Binong – Jl. Kiara Condong – Jl. Jakarta – Jl. WR. Supratman – Jl. Katamso – Jl. Pahlawan – Jl. Cikutra – Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Terminal Cicaheum

CICAHEUM via BINONG – ABDUL MUIS (Kebon Kelapa) – 24 jam

Terminal Cicaheum – Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Jl. Cikutra – Jl. Katamso – Jl. WR. Supratman – Jl. Ahmad Yani – Jl. Jakarta – Jl. Kiara Condong – Binong – BSM – Jl. Turangga – Jl. Martanegara – Jl. Lodaya – Jl. Gajah – Jl. Buah Batu – Jl. Gurame – Jl. Moh. Ramdan – Jl. BKR – Jl. Moh. Toha – Jl. Dewi Sartika – Terminal Kebon Kelapa

Hijau – Merah Marun (02)

ABDUL MUIS (Kebon Kelapa) – CICAHEUM via ACEH (02) – 05.00-19.00

Terminal Kebon Kelapa – Jl. Dewi Sartika – Jl. Kautamaan Istri – Jl. Balong Gede – Jl. Pungkur – Jl. Karapitan – Jl. Sunda – Jl. Lombok – Jl. Aceh – Jl. Taman Pramuka – Jl. Cendana – Taman WR. Supratman – Jl. Katamso – Jl. Pahlawan – Jl. Cikutra – Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Terminal Cicaheum

CICAHEUM – ABDUL MUIS (Kebon Kelapa) via ACEH (02) – 05.00-19.00

Terminal Cicaheum – Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Jl. Cikutra – Jl. Katamso – Taman WR. Supratman – Jl. Cendana – Jl. Taman Pramuka – Jl. Aceh – Jl. Lombok – Jl. Belitung – Jl. Sumatera – Jl. Tamblong – Jl. Lengkong Besar – Jl. Ciateul – Jl. Dewi Sartika – Terminal Kebon Kelapa

Hijau – Oranye

ABDUL MUIS (Kebon Kelapa) – DAGO – 24 jam

Terminal Kebon Kelapa – Jl. Dewi Sartika – Jl. Kautamaan Istri – Jl. Balong Gede – Jl. Pungkur – Jl. Karapitan – Jl. Sunda – Jl. Sumbawa – Jl. Belitung – Jl. Sumatera – Jl. Aceh – Jl. Sulawesi – Jl. Seram – Jl. RE Martadinata (Riau) – Jl. Ir. H. Juanda (Dago) – RS. Boromeus (Dago) – ITB (Jl. Ganesha, Dago) – Simpang Dago – Terminal Dago

DAGO – ABDUL MUIS (Kebon Kelapa) – 24 jam

Terminal Dago – Jl. H. Juanda (Dago) – Simpang Dago – ITB (Jl. Ganesha, Dago) – RS. Boromeus (Dago) – Jl. Sultan Agung – Jl. Trunojoyo – Jl. RE. Martadinata – BIP (Jl. Merdeka Dago) – Jl. Aceh – Jl. Kalimantan – Jl. Belitung – Jl. Sumatera – Jl. Tamblong – Jl. Lengkong Besar – Jl. Ciateul – Jl. Dewi Sartika – Terminal Kebon Kelapa

ABDUL MUIS (Kebon Kelapa) – ELANG

Terminal Kebon Kelapa – Jl. Pungkur – Jl. Otto Iskandardinata (Otista) – Jl. Ciateul – Jl. Astana Anyar – Jl. Panjunan – Jl. Kopo – Jl. Pasir Koja – Jl. Astana Anyar – Jl. Pagarsih – Jl. Nawawi – Jl. Aksan – Jl. Suryani – Jl. Holis – Jl. Bojong Raya – Jl. Cijerah – Jl. Sudirman – Jl. Rajawali Barat – Jl. Elang – Terminal Elang

ELANG – ABDUL MUIS (Kebon Kelapa)

Terminal Elang – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Holis – Jl. Nana Rohana – Jl. Suryani – Jl. Situ Aksan – Jl. Pagarsih – Jl. Kalipah Apo – Jl. Otto Iskandardinata (Otista) – Jl. Ciateul – Jl. Dewi Sartika – Terminal Kebon Kelapa

Hijau – Biru Muda

ABDUL MUIS (Kebon Kelapa) – LEDENG

Terminal Kebon Kelapa – Jl. Dewi Sartika – Jl. Kautamaan Istri – Jl. Balong Gede – Jl. Pungkur – Jl. Karapitan – Jl. Sunda – Jl. Sumbawa – Jl. Lombok – Jl. Banda – Jl. RE Martadinata (Riau) – BIP (Dago) – Jl. Merdeka – Jl. Aceh – Jl. Wastu Kencana – Jl. Rivai – Jl. Cipaganti – Jl. Setiabudi – Jl. Karang Sari – Jl. Sukajadi – Jl. Setiabudi – Terminal Ledeng

LEDENG – ABDUL MUIS (Kebon Kelapa)

Terminal Ledeng – Jl. Setiabudi – Jl. Cihampelas – Jl. Wastu Kencana – Jl. RE. Martadinata – Jl. Purnawarman – BEC (Purnawarman) – Jl. Wastu Kencana – Jl. Aceh – Jl. Kalimantan – Jl. Belitung – Jl. Sumatera – Jl. Tamblong – Jl. Lengkong Besar – Jl. Ciateul – Jl. Dewi Sartika – Terminal Kebon Kelapa

Krem – Hijau

ANTAPANI – CIROYOM – 05.00-22.00

Terminal Antapani – Jl. Cibatu (Antapani) – Jl. Purwakarta (Antapani) – Jl. Jakarta – Jl. Sukabumi – Jl. Laswi – Stadion Persib (Ahmad Yani) – Jl. Ahmad Yani – Jl. Gudang Utara – Jl. Bangka – Jl. Belitung – Jl. Sumatera – Jl. Aceh – Jl. Merdeka – Jl. Perintis Kemerdekaan – Wastu Kencana – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Istana Plaza (Pajajaran) – Jl. Pajajaran – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Garuda – Jl. Ciroyom – Terminal Ciroyom

CIROYOM – ANTAPANI – 05.00-21.00

Terminal Ciroyom – Jl. Ciroyom – Jl. Arjuna – Jl. Pajajaran – Istana Plaza (Pajajaran) – Jl. Cihampelas – Jl. Wastu Kencana – Jl. RE. Martadinata – Jl. Purnawarman – BEC (Purnawarman) – Jl. Wastu Kencana – Jl. Aceh – Jl. Kalimantan – Jl. Belitung – Jl. Bangka – Jl. Gudang Utara – Jl. Ahmad Yani – Stadion Persib (Ahmad Yani) – Cicadas (Ahmad Yani) – Jl. Kiara Condong – Jl. Jakarta (Antapani) – Jl. Subang (Antapani) – Jl. Cibatu (Antapani) – Terminal Antapani

Biru Tua

BUAH BATU – SEDERHANA (Buah Batu – Kebon Kelapa)

Terminal Buah Batu – Jl. Buah Batu – Jl. Gurame – Jl. Karapitan – Jl. Lengkong Kecil – Jl. Lengkong Besar – Jl. Ciateul – Jl. Dewi Sartika – Terminal Kebon Kelapa

BUAH BATU – SEDERHANA (Kebon Kelapa – Sederhana)

Terminal Kebon Kelapa – Jl. Dewi Sartika – Jl. Banceuy – Jl. Suniaraja – Jl. Otista – Jl. Stasiun Timur – Jl. Kebon Jukut – Jl. Kebon Kawung (Stasiun Bandung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Cihampelas – Jl. Rivai – Jl. Rum – Jl. Gunawan – Jl. Otten – Jl. Pasteur – Jl. Pasir Kaliki (RS. Hasan Sadikin) – Jl. Sederhana – Terminal Sederhana

SEDERHANA – BUAH BATU (Sederhana – Kebon Kelapa)

Terminal Sederhana – Jl. Jurang – Jl. Cemara – Jl. Sukajadi – Jl. Pasir Kaliki (RS. Hasan Sadikin) – Jl. Pasteur – Jl. Cihampelas – Jl. Wastu Kencana – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Kebon Jukut – Viaduct – Jl. Braga – Jl. Lembong – Jl. Tamblong – Jl. Lengkong Besar – Jl. Ciateul – Jl. Dewi Sartika – Terminal Kebon Kelapa

SEDERHANA – BUAH BATU (Kebon Kelapa – Buah Batu)

Terminal Kebon Kelapa – Jl. Dalem Kaum – Jl. Lengkong Besar – Jl. Cikawao – Jl. Buah Batu – Jl. Banteng – Jl. Gajah – Jl. Buah Batu – Terminal Buah Batu

BUMI ASRI – CIROYOM

Bumi Asri – Jl. Cijerah – Jl. Bojong Raya – Jl. Holis – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Sudirman – Jl. Rajawali Barat – Jl. Rajawali Timur – Jl. Kebon Jati – Jl. Stasiun Timur – Viaduct – Jl. Wastu Kencana – Jl. Rivai – Jl. Cipto – Jl. Pasir Kaliki – Istana Plaza (Pasir Kaliki) – Jl. Pajajaran – Jl. Arjuna – Jl. Supadio – Jl. Ciroyom – Terminal Ciroyom

CIROYOM – BUMI ASRI

Terminal Ciroyom – Jl. Ciroyom – Jl. Garuda – Jl. Sudirman – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Holis – Jl. Bojong Raya – Jl. Cijerah – Bumi Asri

Putih – Oranye – Hijau

CARINGIN – DAGO

Pasar Induk Caringin – Jl. Babakan Ciparay – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Sukamulya – Jl. Terusan Jamika – Jl. Jamika – Jl. Sudirman – Jl. Guanan – Jl. Kebon Jati – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Cihampelas – Jl. Wastu Kencana – Jl. RE. Martadinata – Jl. Purnawarman – UNISBA & UNPAS (Tamansari) – Jl. Tamansari – Jl. Cikapayang – Jl. Surapati (Suci) – Jl. Pahlawan – Jl. Cikutra Barat – Jl. Cigadung Raya – Terminal Dago

DAGO – CARINGIN

Terminal Dago – Jl. Cigadung Raya – Jl. Cikutra Barat – Jl. Pahlawan – Jl. Surapati (Suci) – Jl. Cikapayang – Jl. Tamansari – Jl. Sawunggaling – Jl. Rangga Gading – UNISBA & UNPAS (Tamansari) – Jl. Tamansari – Jl. Wastu Kencana – Jl. Purnawarman – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Rivai – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Arjuna – Jl. Supadio – Jl. Ciroyom – Jl. Rajawali Timur – Jl. Kebon Jati – Jl. Waringin – Jl. Sudirman – Jl. Jamika – Jl. Terusan Jamika – Jl. Sukamulya – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Babakan Ciparay – Pasar Induk Caringin (Sukarno-Hatta)

Biru Muda – Hijau

CARINGIN – SADANG SERANG

Terminal Caringin – Jl. Caringin – Jl. Holis – Jl. Bojong Raya – Jl. Cijerah – Jl. Sudirman – Jl. Rajawali Barat – Jl. Garuda – Jl Abdul Rahman Saleh – Jl. Pajajaran – Jl. Pandu – Jl. Rajiman – Jl. Rivai – Jl. Wastu Kencana – Jl. Tamansari – Jl. Ganesha – Jl. Ir. H. Juanda (Dago) – Jl. TB. Ismail – Jl. Sadang Serang – Terminal Sadang Serang

SADANG SERANG – CARINGIN

Terminal Sadang Serang – Jl. Serang Serang – Jl. Tubagus Ismail – Simpang Dago – Jl. Tamansari – Jl. Sawunggaling – Jl. Tamansari – Jl. Wastu Kencana – Jl. RE. Martadinata – Jl. Purnawarman – Jl. Wastu Kencana – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Kresna – Jl. Bima – Jl. Pajajaran – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Garuda – Jl. Sudirman – Jl. Cijerah – Jl. Bojong Raya – Jl. Holis – Jl. Caringin – Terminal Caringin

Merah – strip Putih

CIBADUYUT – CICAHEUM

Terminal Cibaduyut – Jl. Cibaduyut – Jl. Kopo – Terminal Leuwi Panjang (Sukarno-Hatta) – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Kiara Condong – Jl. Jakarta – *Jl. WR. Supratman – *Jl. Katamso – *Jl. Pahlawan – *Jl. Cikutra – *Jl. PHH. Mutofa (Suci) – *Terminal Cicaheum

CICAHEUM – CIBADUYUT

*Terminal Cicaheum – *Jl. PHH. Mustofa (Suci) – *Jl. Katamso – *Jl. WR. Supratman – *Jl. Ahmad Yani – Jl. Jakarta – Jl. Kiara Condong – Jl. Sukarno-Hatta – Terminal Leuwi Panjang (Sukarno-Hatta) – Jl. Kopo – Jl. Cibaduyut – Terminal Cibaduyut

*hampir tidak pernah dilewati

Kuning

CIBADUYUT – KARANG SETRA (Cibaduyut – Kebon Kalapa)

Jl. Cibaduyut – Jl. Bojongloa – Jl. Peta – Jl. BKR – Jl. Moh. Toha – Jl. Pungkur – Terminal Kebon Kalapa

CIBADUYUT – KARANG SETRA (Kebon Kalapa – Karang Setra)

Terminal Kebon Kalapa – Jl. Pasir Koja – Jl. Pajagalan – Jl. Gardu Jati – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Sukajadi – Karang Setra

KARANG SETRA – CIBADUYUT (Karang Setra – Kebon Kalapa)

Karang Setra – Jl. Sukajadi – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Kebon Jati – Jl. Dulatip – Jl. Sudirman – Jl. Astana Anyar – Jl. Pasir Koja – Terminal Kebon Kalapa

KARANG SETRA – CIBADUYUT (Kebon Kalapa – Cibaduyut)

Terminal Kebon Kalapa – Jl. Otto Iskandardinata – Jl. Peta – Jl. Bojongloa – Jl. Cibaduyut

Hijau – Biru

CIBIRU – CICADAS

Terminal Cibiru – Jl. Sukarno-Hatta – Pasar Induk Gede Bage (Sukarno-Hatta) – Riung Bandung (Sukarno-Hatta) – Metro (Sukarno-Hatta) – Margahayu Raya (Sukarno-Hatta) – Jl. Kiara Condong – Jl. Jakarta – Jl. Ahmad Yani – Cicadas (Ahmad Yani)

CICADAS – CIBIRU

Cicadas (Ahmad Yani) – Jl. Kiara Condong – Jl. Sukarno-Hatta – Margahayu Raya (Sukarno-Hatta) – Metro (Sukarno-Hatta) – Riung Bandung (Sukarno-Hatta) – Pasar Induk Gede Bage (Sukarno-Hatta) – Terminal Cibiru

CIBOGO – ELANG

Cibogo – Jl. Hercules – Jl. Pinggir Tol – Jl. Sukawarna – Jl. Suparmin – Jl. Sebelah IPTN – Jl. Pajajaran – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Garuda – Jl. Sudirman – Elang

ELANG – CIBOGO

Elang – Jl. Rajawali Timur – Jl. Garuda – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Pajajaran – Jl. Sebelah IPTN – Jl. Suparmin – Jl. Sukawarna – Jl. DR. Junjunan (Terusan Pasteur) – Jl. Pinggir Tol – Jl. Hercules – Cibogo

Hijau – strip Krem

CIBURIAL – CIROYOM (angkot jarang)

Ciburial (Dago Atas) – Terminal Dago – Jl. H. Juanda (Dago) – Simpang Dago – ITB (Jl. Ganesha, Dago) – RS. Boromeus (Dago) – Jl. Sulanjana – Jl. Tamansari – Jl. Sawunggaling – Jl. Tamansari – Jl. Wastu Kencana – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pajajaran – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Garuda – Jl. Ciroyom – Terminal Ciroyom

CIROYOM – CIBURIAL (angkot jarang)

Terminal Ciroyom – Jl. Ciroyom – Jl. Arjuna – Jl. Pajajaran – Jl. Cihampelas – Jl. Wastu Kencana – Jl. Tamansari – Jl. Sulanjana – Jl. H. Juanda (Dago) – RS. Boromeus (Dago) – ITB (Jl. Ganesha) – Simpang Dago – Terminal Dago – Ciburial (Dago Atas)

Merah – Hijau

CICADAS – ELANG

Cicadas – Jl. Kiara Condong – Jl. Gatot Subroto – Jl. Burangrang – Jl. Sadakeling – Jl. Buah Batu – Jl. Gurame – Jl. Karapitan – Jl. Lengkong Kecil – Jl. Lengkong Besar – Jl. Pungkur – Terminal Kebon Kelapa – Jl. Dewi Sartika – Alun-Alun – Jl. Banceuy – Jl. Suniaraja – Jl. Otista – Jl. Stasiun Timur – Viaduct – Jl. Kebon Jukut – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Garuda – Jl. Dadali –  Jl. Kasuari – Jl. Rajawali Barat – Elang

ELANG – CICADAS

Elang – Jl. Rajawali Timur – Jl. Kebon Jati – Jl. Otto Iskandardinata (Otista) – Jl. Ciateul – Jl. Moh. Toha – Jl. Pungkur – Terminal Kebon Kelapa – Jl. Dewi Sartika – Jl. Dalem Kaum – Jl. Lengkong Besar – Jl. Cikawao – Jl. Sadakeling – Jl. Burangrang – Jl. Gatot Subroto – Jl. Kiara Condong – Jl. Jakarta – Jl. Ahmad Yani – Cicadas

Hijau – strip Oranye (Kijang)

CICAHEUM – CIROYOM

Terminal Cicaheum – Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Jl. Surapati (Suci) – Lapangan Gasibu (Surapati) – Jl. Panatayuda – Jl. Dipati Ukur – Simpang Dago – Jl. Sumur Bandung – Jl. Tamansari – Jl. Siliwangi – Jl. Cihampelas – Jl. Eyckman – RS. Hasan Sadikin – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Garuda – Jl. Ciroyom – Terminal Ciroyom

CIROYOM – CICAHEUM

Terminal Ciroyom – Jl. Ciroyom – Jl. Arjuna – Jl. Pajajaran – Jl. Pasir Kaliki – RS Hasan Sadikin – Jl. Eyckman – Jl. Cipaganti – Jl. Setiabudi – Jl. Cihampelas – Jl. Siliwangi – Simpang Dago – Jl. Dipati Ukur – Jl. Singa Perbangsa – Monumen Perjuangan – Jl. Japati – Lapangan Gasibu (Surapati) – Jl. Surapati (Suci) – Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Terminal Cicaheum

Coklat – Putih (Kijang)

CICAHEUM – CIWASTRA

*Terminal Cicaheum – *Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Jl. Surapati (Suci) – Jl. Sentot Alibasyah – Jl. Diponegoro – Jl. WR. Supratman – Jl. Ahmad Yani – Jl. Jakarta – Jl. Kiara Condong – Jl. Terusan Kiara Condong – Jl. Margacinta – Jl. Ciwastra – Terminal Ciwastra

CIWASTRA – CICAHEUM

Terminal Ciwastra – Jl. Ciwastra – Jl. Margacinta – Jl. Terusan Kiara Condong – Jl. Kiara Condong – Jl. Jakarta – Jl. WR. Supratman – Jl. Diponegoro – Jl. Sentot Alibasyah Lapangan Gasibu – Jl. Surapati (Suci) – *Jl. PHH. Mustofa (Suci) – *Terminal Cicaheum

*tidak pernah dilewati

Hijau – Putih

CICAHEUM – CILEUNYI

**Jl. Garuda – **Jl. Kebon Jati – **Jl. Suniaraja – **Jl. Otto Iskandardinata (Otista) – **Jl. ABC – **Jl. Naripan – **Jl. Sunda – **Jl. Veteran – **Jl. Ahmad Yani – **Pasar Kosambi (Ahmad Yani) – **Cicadas (Ahmad Yani) – Terminal Cicaheum – Jl. AH. Nasution – Sindanglaya (Nasution) – Ujung Berung (Nasution) – Cilengkrang (Nasution) – Jl. Cibiru – Batas Kotamadya Bandung- Jl. Cinunuk – Jl. Cileunyi – Terminal Cileunyi – *Pintu Tol Cileunyi

CILEUNYI – CICAHEUM
Terminal Cileunyi – Jl. Cileunyi – Jl. Cinunuk – Batas Kotamadya Bandung – Jl. Cibiru – Jl. AH. Nasution – Cilengkrang (Nasution) – Ujung Berung (Nasution) – Sindanglaya (Nasution) – Terminal Cicaheum – **Jl. Ahmad Yani – **Cicadas (Ahmad Yani) – **Jl. Kiara Condong – **Jl. Jakarta – **Jl. Ahmad Yani – **Pasar Kosambi (Ahmad Yani) – **Jl. Asia-Afrika – **Jl. Sudirman

**lewat pukul 20.00-05.00

Hijau – Hitam (06)

CICAHEUM – LEDENG

Terminal Cicaheum – Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Jl. Katamso – Jl. WR. Supratman – Jl. Diponegoro – Jl. Sulanjana – Jl. Tamansari – Jl. Siliwangi – Jl. Cihampelas – Jl. Lamping – Jl. Cipaganti – Jl. Setiabudi – Jl. Karang Sari – Jl. Sukajadi – Jl. Setiabudi – Terminal Ledeng

LEDENG – CICAHEUM
Terminal Ledeng – Jl. Setiabudi – Jl. Cihampelas – Jl. Siliwangi – Jl. Sumur Bandung – Jl. Tamansari – Jl. Sulanjana – Jl. Diponegoro – Jl. WR. Supratman – Jl. Katamso – Jl. Pahlawan – Jl. Cikutra – Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Terminal Cicaheum

abu-abu

CIJERAH – CIWASTRA

Jl. Cijerah – Jl. Bojong Raya – Jl. Holis – Jl. Caringin – Jl. Kopo – Jl. Peta – Jl. BKR – Jl. Moh. Ramdan – Jl. Sadakeling – Jl. Talaga Bodas – Jl. Pelajar Pejuang – Jl. Martanegara – Jl. Reog – Jl. Karawitan –  Jl. Kliningan – Jl. Buah Batu – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Terusan Kiara Condong – Jl. Margacinta – Jl. Ciwastra – Terminal Ciwastra

CIWASTRA – CIJERAH

Terminal Ciwastra – Jl. Ciwastra – Jl. Margacinta – Jl. Terusan Kiara Condong – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Buah Batu – Jl. Kliningan – Jl. Karawitan – Jl. Reog – Jl. Martanegara – Jl. Lodaya – Jl. Sadakeling – Jl. Buah Batu – Jl. Moh. Ramdan – Jl. BKR – Jl. Peta – Jl. Bojongloa – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Caringin – Jl. Holis – Jl. Bojong Raya – Jl. Cijerah

CIJERAH – SEDERHANA

Jl. Melong Asih – Jl. Cijerah – Jl. Sudirman – Jl. Rajawali Barat – Jl. Garuda – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Pajajaran – Jl. Pandu – Jl. Dursasana – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Sederhana

SEDERHANA – CIJERAH

Jl. Sederhana – Jl. Pasir Kaliki – Istana Plaza (Pasir Kaliki) – Jl. Pajajaran – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Garuda – Jl. Sudirman – Jl. Cijerah – Jl. Melong Asih

CIKUDAPATEUH – CIROYOM

Jl. Cikudapateuh – Jl. Kembang Sepatu – Jl. Tarate – Jl. Samboja – Jl. Laswi – Jl. Gatot Subroto – Jl. Malabar – Jl. Buah Batu – Jl. Gurame – Jl. Moh. Ramdan – Jl. BKR – Jl. Peta – Jl. Kopo – Jl. Pasir Koja – Jl. Astana Anyar – Jl. Cibadak – Jl. Sudirman – Jl. Guanan – Jl. Kebon Jati – Jl. Arjuna – Terminal Ciroyom

CIROYOM – CIKUDAPATEUH

Terminal Ciroyom – Jl. Arjuna – Jl. Kebon Jati – Jl. Gardu Jati – Jl. Astana Anyar – Jl. Kopo – Jl. Peta – Jl. BKR – Jl. Moh. Ramdan – Jl. Banteng – Jl. Ahmad Yani – Jl. Cikudapateuh

Hijau – strip Oranye

?CIMAHI – ST HALL

CIMINDI – SEDERHANA

Cimindi – Jl. Gunung Batu – Jl. DR. Junjunan (Terusan Pasteur) – Jl. Cipedes Kidul – Jl. Sukajadi – Jl. Cemara – Jl. Jurang – Sederhana

SEDERHANA – CIMINDI

Jl. Sederhana – Jl. Sukajadi – Jl. Sukagalih – Jl. Cipedes Kidul – Jl. DR. Junjunan (Terusan Pasteur) – Jl. Gunung Batu – Cimindi

CIROYOM – SARIJADI

Terminal Ciroyom – Jl. Arjuna – Jl. Pajajaran – Jl. Baladewa – Jl. Dursasana – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Sukajadi – Jl. Sindang Sirna – Jl. Sindang Sirna – Jl. Geger Kalong Hilir – Jl. Sari Endah – Jl. Sari Jadi – Jl. Sari Manah (Sarijadi) – Jl. Sari Wangi (Sarijadi) – Terminal Sarijadi

SARIJADI – CIROYOM

Terminal Sarijadi – Jl. Sari Wangi (Sarijadi) – Jl. Sari Manah (Sarijadi) – Jl. Sari Asih (Sarijadi) – Jl. Sari Jadi – Jl. Geger Kalong Hilir – Jl. Cipedes – Jl. Sindang Sirna – Jl. Sirnagalih – Jl. Sukajadi – Jl. Sukamaju – Jl. Sederhana – RS. Hasan Sadikin – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Ciroyom – Terminal Ciroyom

Ungu – Hijau

CISITU – TEGALEGA – 05.00-21.00

Terminal Cisitu – Jl. Cisitu Lama VIII – Jl. Cisitu – Jl. Sangkuriang – Jl. Siliwangi – Jl. Sumur Bandung – Jl. Tamansari – Jl. Siliwangi – Jl. Cihampelas – Jl. Wastu Kencana – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Kebon Jati – Jl. Suniaraja – Terminal Stasiun – Jl. Dulatip – Pasar Baru – Jl. Sudirman – Jl. Astana Anyar – Jl. Kalipah Apo – Jl. Otto Iskandardinata (Otista) – Terminal Tegalega

TEGALEGA – CISITU – 05.00-21.00

Terminal Tegalega – Jl. Astana Anyar – Jl. Panjunan – Jl. Kopo – Jl. Pasir Koja – Jl. Pajagalan?? – Jl. Gardu Jati – Jl. Suniaraja – Terminal Stasiun – Jl. Otista – Jl. Stasiun Timur – Viaduct – Jl. Kebon Jukut – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Cihampelas – Jl. Wastu Kencana – UNISBA & UNPAS (Tamansari) – Jl. Tamansari – ITB – Jl. Siliwangi – Jl. Sangkuriang – Jl. Cisitu – Jl. Cisitu Lama – Jl. Cisitu Lama VIII – Terminal Cisitu

CIUMBULEUIT – ST. HALL

Terminal Ciumbuleuit – Jl. Ciumbuleuit – UNPAR (Ciumbuleuit) – Jl. Cihampelas – Jl. Bapa Husen – Jl. Sederhana –  Jl. Pasir Kaliki – RS. Hasan Sadikin – Jl. Pasteur – Jl. Cihampelas – Jl. Rivai – Jl. Cipto – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Kebon Jati – Terminal Stasiun

ST. HALL – CIUMBULEUIT

Terminal Stasiun – Jl. Suniaraja – Jl. Otista – Jl. Stasiun Timur – Viaduct – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Wastu Kencana – Jl. Pajajaran – Jl. Cihampelas – Jl. Rivai – Jl. Cipaganti – Jl. Eyckman – Jl. Sederhana – Jl. Sempuna – Jl. Cipaganti – Jl. Setiabudi – Jl. Ciumbuleuit – UNPAR (Ciumbuleuit) – Terminal Ciumbuleuit

CIWASTRA – TEGALEGA

Terminal Ciwastra – Jl. Ciwastra – Jl. Margacinta – Jl. Terusan Buah Batu – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Moh. Toha – Jl. Pungkur – Terminal Kebon Kelapa – Jl. Otto Iskandardinata – Terminal Tegalega

TEGALEGA – CIWASTRA

Terminal Tegalega – Jl. Tegalega – Jl. Moh. Toha – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Terusan Buah Batu – Jl. Margacinta – Jl. Ciwastra – Terminal Ciwastra

Biru Muda – Kuning

CIWASTRA – UJUNG BERUNG PP.

Terminal Ciwastra – Riung Bandung – Jl. Sukarno-Hatta – Guruminda – Jl. Cisaranten – Jl. Cicukang – Jl. AH. Nasution (Raya Ujung Berung) – Pasar Ujung Berung

Putih – Hijau

DAGO – RIUNG BANDUNG

Terminal Dago – Jl. Ir. H. Juanda (Dago) – Simpang Dago – Jl. Dipati Ukur – Jl. Panatayuda – Jl. Surapati (Suci) – Jl. Sentot Alibasyah – Jl. Diponegoro – Jl. Citarum – Jl. RE. Martadinata – Jl. Laswi – Jl. Sukabumi – Jl. Ahmad Yani – Jl. Kiara Condong – Jl. Sukarno-Hatta – Margahayu Raya (Sukarno-Hatta) – Metro (Sukarno-Hatta) – Jl. Cipamolokan (Riung Bandung) – Jl. Riung Bandung – Terminal Riung Bandung

RIUNG BANDUNG – DAGO
Terminal Riung Bandung – Jl. Riung Bandung – Jl. Cipamolokan (Riung Bandung) – Jl. Sukarno-Hatta – Metro (Sukarno-Hatta) – Margahayu Raya (Sukarno-Hatta) – Jl. Kiara Condong – Jl. Jakarta – Jl. Sukabumi – Jl. Laswi – Jl. RE. Martadinata – Jl. Anggrek – Jl. Gudang Utara – Jl. Patra Komala – Jl. Belitung – Jl. Banda – Jl. Diponegoro – Jl. Aria Jipang – Jl. Surapati (Suci) – Jl. Panatayuda – Jl. Dipati Ukur – Simpang Dago – Jl. Ir. H. Juanda – Terminal Dago

Hijau – Oranye

DAGO – ST. HALL

Terminal Dago – Jl. Ir. H. Juanda – Simpang Dago – ITB (Jl. Ganesha, Dago) – RS Boromeus (Dago) – BIP (Merdeka) – Jl. Merdeka – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Braga – Jl. Suniaraja – Jl. Stasiun Barat (Stasiun Bandung)

ST. HALL – DAGO

Jl. Stasiun Barat (Stasiun Bandung) – Jl. Stasiun Timur – Viaduct – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Wastu Kencana – Jl. RE. Martadinata – Jl. Ir. H. Juanda – RS Boromeus (Dago) – ITB (Jl. Ganesha, Dago) – Simpang Dago – Terminal Dago

Putih – Kuning – Hijau

DIPATI UKUR – PANGHEGAR

Terminal Dipati Ukur – Jl. Hasanudin – Jl. Ir. H. Juanda – RS. Boromeus – Jl. Ganesha – ITB – Jl. Tamansari – Jl. Sawunggaling – UNISBA & UNPAS (Tamansari) – Jl. Wastu Kencana – Jl. RE. Martadinata – Jl. Banda – Jl. Belitung – Jl. Sumatera – Jl. Veteran – Jl. Ahmad Yani – Pasar Kosambi (Ahmad Yani) – Cicadas (Ahmad Yani) – Terminal Cicaheum – Jl. AH. Nasution – Sindanglaya (Nasution) – Ujung Berung (Nasution) – Jl. Cicukang – Jl. Cisaranten – Panghegar

PANGHEGAR – DIPATI UKUR

Terminal Panghegar – Jl. Cisaranten – Jl. Cicukang – Jl. AH. Nasution (Raya Ujung Berung) – Sindanglaya (Nasution) – Terminal Cicaheum – Jl. Ahmad Yani – Cicadas (Ahmad Yani) – Jl. Kiara Condong – Jl. Jakarta – Jl. Sukabumi – Jl. Laswi – Jl. RE. Martadinata – Jl. Ambon – Masjid Istiqamah – Jl. Cisanggarung – Jl. Cimanuk – Jl. Cimandiri – Jl. Cimalaya – Jl. Diponegoro – Jl. Sulanjana – Jl. Tamansari – Jl. Ganesha – ITB – RS. Boromeus – Jl. Hasanudin – Jl. Dipati Ukur – Terminal Dipati Ukur

Hijau muda – Hijau

GEDE BAGE – ST. HALL

Pasar Induk Gede Bage – Jl. Sukarno-Hatta – Riung Bandung (Sukarno-Hatta) – Metro (Sukarno-Hatta) – Margahayu Raya (Sukarno-Hatta) – Jl. Buah Batu – Jl. Kliningan – Jl. Karawitan – Jl. Mas Kumambang – Jl. Martanegara – Jl. Pelajar Pejuang – Jl. Talaga Bodas – Jl. Malabar – Jl. Ahmad Yani – Pasar Kosambi (Ahmad Yani) – Jl. Sunda – Jl. Sumbawa – Jl. Belitung – Jl. Sumatera – Jl. Aceh – Jl. Merdeka – Jl. Perintis Kemerdekaan – Viaduct – Jl. Kebon Jukut – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Kebon Jati – Jl. Suniaraja – Terminal Stasiun

ST. HALL – GEDE BAGE

Terminal Stasiun – Jl. Dulatip – Pasar Baru – Jl. Otto Iskandardinata (Otista) – Jl. Kepatihan – Jl. Dewi Sartika – Jl. Dalem Kaum – Alun-Alun (Asia Afrika) – Jl. Banceuy – Jl. ABC – Jl. Naripan – Jl. Sunda – Jl. Veteran – Jl. Ahmad Yani – Jl. Gatot Subroto – Jl. Burangrang – Jl. Halimun – Jl. Malabar – Jl. Talaga Bodas – Jl. Pelajar Pejuang – Jl. Martanegara – Jl. Reog – Jl. Karawitan – Jl. Kliningan – Jl. Buah Batu – Jl. Sukarno-Hatta – Margahayu Raya (Sukarno-Hatta) – Metro (Sukarno-Hatta) – Riung Bandung (Sukarno-Hatta) – Pasar Induk Gede Bage

Biru Muda – Hijau

GUNUNG BATU – ST. HALL
Terminal Gunung Batu – Jl. Gunung Batu – Jl. DR. Junjunan (Terusan Pasteur) – Jl. Westhoff – Jl. Pasteur – BEC (Pasteur) – Jl. Cihampelas – Jl. Wastu Kencana – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Kebon Jati – Jl. Suniaraja – Terminal Stasiun

ST. HALL – GUNUNG BATU
Terminal Stasiun – Jl. Otista – Jl. Stasiun Timur – Viaduct – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Wastu Kencana – Jl. Pajajaran – Jl. Cihampelas – Jl. Rivai – Jl. Rum – Jl. Gunawan – Jl. Otten – Jl. Pasteur – BEC (Pasteur) – Jl. Westhoff – Jl. DR. Junjunan (Terusan Pasteur) – Jl. Gunung Batu – Terminal Gunung Batu

Biru – strip Kuning (Kijang)

LEDENG – MARGAHAYU
Terminal Ledeng – Jl. Setiabudi – Jl. Karang Sari – Jl. Sukajadi – Jl. Cemara – Jl. Jurang – Jl. Sederhana – Jl. Eyckman – Jl. Cihampelas – Jl. Wastu Kencana – Jl. RE. Martadinata – Jl. Ahmad Yani – Cicadas (Ahmad Yani) – Jl. Kiara Condong – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Ranca Bolang (Margahayu Raya) – Terminal Margahayu

MARGAHAYU – LEDENG

Terminal Margahayu – Jl. Ranca Bolang (Margahayu Raya) – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Kiara Condong – Jl. Jakarta – Jl. WR. Supratman – Jl. Cendana – Jl. Taman Pramuka – Jl. RE. Martadinata – ??? – Jl. Wastu Kencana – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Rivai – Jl. Cipaganti – Jl. Setiabudi – Jl. Karang Sari – Jl. Sukajadi – Jl. Setiabudi – Terminal Ledeng

Krem (Colt)

LEMBANG – ST HALL

Terminal Lembang – Jl. Lembang – Terminal Ledeng – Jl. Setiabudi – Jl. Sukawangi – Jl. Sukajadi – RS. Hasan Sadikin – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Kebon Jukut – Terminal Stasiun

ST. HALL – LEMBANG

Terminal Stasiun – Jl. Otista – Jl. Stasiun Timur – Viaduct – Jl. Kebon Jukut – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – RS. Hasan Sadikin – Jl. Sukajadi – Jl. Setiabudi – Terminal Ledeng – Jl. Lembang – Terminal Lembang

Pink – Hijau (23)

PANYILEUKAN – SEKEMIRUNG (Gedebage – Simpang Dago) – 05.00-21.00

Pasar Induk Gede Bage (Sukarno-Hatta) – Jl. Rumah Sakit – Jl. AH. Nasution – Ujung Berung (Nasution) – Sindanglaya (Nasution) – Terminal Cicaheum – Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Jl. Cikutra – Jl. Pahlawan – Jl. Surapati (Suci) – Lapangan Gasibu (Surapati) – Jl. Panatayuda – Jl. Dipati Ukur – Jl. Ki Gede Utama – Jl. Hasanudin – RS. Boromeus (Juanda) – Jl. Ir. H. Juanda – Simpang Dago – *Jl. TB. Ismail – *Jl. Sadang Serang – *Jl. Cikutra Barat – *Jl. Cikondang – *Jl. Cibeunying Kolot – *Jl. Cigadung Raya – *Terminal Awiligar

SEKEMIRUNG – PANYILEUKAN (Simpang Dago – Gedebage) – 05.00-21.00

*Terminal Awiligar – *Jl. Cigadung Raya – *Jl. Cibeunying Kolot – *Jl. Cikondang – *Jl. Cikutra Barat – *Jl. Sadang Serang – *Jl. TB. Ismail – Simpang Dago (Juanda) – Jl. Ir. H. Juanda – RS. Boromeus (Juanda) – Jl. Hasanudin – Jl. Pager Gunung – Jl. Dipati Ukur – Jl. Panatayuda – Jl. Surapati (Suci) – Lapangan Gasibu (Surapati) – Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Terminal Cicaheum – Jl. AH. Nasution – Sindanglaya (Nasution) – Ujung Berung (Nasution) – Jl. Rumah Sakit – Pasar Induk Gede Bage (Sukarno-Hatta)

*tidak selalu lewat

Hijau – Kuning (Kijang)

SADANG SERANG – ST. HALL

Terminal Sadang Serang – Jl. Cikutra Barat – Jl. Pahlawan – Jl. Katamso – Jl. WR. Supratman – Jl. Citarum – Jl. Lombok – Jl. Belitung – Jl. Sumatera – Jl. Aceh – Jl. Merdeka – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Braga – Jl. Suniaraja – Viaduct – Jl. Kebon Jukut – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Suniaraja – Terminal Stasiun

ST. HALL – SADANG SERANG

Terminal Stasiun – Jl. Otista – Jl. Stasiun Timur – Viaduct – Jl. Perintis Kemerdekaan – Braga – Jl. Lembong – Jl. Veteran – Jl. Sunda – Jl. Sumbawa – Jl. Lombok – Jl. Citarum – Jl. WR. Supratman – Jl. Katamso – Jl. Pahlawan – Jl. Cikutra Barat – Terminal Sadang Serang

Biru Muda – Hijau

SARIJADI – ST. HALL

Terminal Sarijadi – Jl. Sari Asih (Sarijadi) – Jl. Sari Manah (Sarijadi) – Jl. Sari Wangi (Sarijadi) – Jl. Sari Rasa (Sarijadi) – Jl. Surya Sumantri – Universitas Maranatha (Surya Sumantri) – Jl. DR. Junjunan (Terusan Pasteur) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Kebon Jati – Jl. Suniaraja – Terminal Stasiun

ST. HALL – SARIJADI

Terminal Stasiun – Jl. Suniaraja – Jl. Otista – Jl. Stasiun Timur – Viaduct – Jl. Kebon Jukut – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawun) – Jl. Pasir Kaliki – Istana Plaza (Pasir Kaliki) – Jl. DR. Junjunan (Terusan Pasteur) – BTC (Pasteur) – Jl. Surya Sumantri – Universitas Maranatha (Surya Sumantri) – Jl. Lemah Nendeut (Sarijadi) – Jl. Sari Rasa (Sarijadi) – Jl. Sari Wangi (Sarijadi) – Jl. Sari Manah (Sarijadi) – Jl. Sari Asih (Sarijadi) – Terminal Sarijadi

Dipublikasi di All About Bandung | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Cara Upgrade / Downgrade OS Blackberry

Berawal dari kehidupan yang keras di Kota Bandung, demi mencari sedikit uang tambahan untuk sekedar jajan saya memutar otak dan mendapat ide sebagai tukang upgrade OS Blackberry, sampai tulisan ini dibuat saya pun msh mengerjakan pekerjaan sambilan ini. Saya akan mencoba membagi ilmu kepada om/tante yg berminat meng-upgrade OS Blackberrynya, dari pada ke counter bisa kena 50 rb, mending coba sendiri, bisa jadi utk lahan usaha juga.

Disini saya pakai contoh blackberry gemini dari OS OS 5.0.0.1036 menjadi 5.0.0.1056, utk jenis yang lain sama prosesnya.

menjadi


yuk mulai belajar bersamanya :

Hal yg perlu anda siapkan sebelum memulai ( selain PC dan BB anda tentu saja )

1. OS terbaru , anda bisa mendownload nya DI SINI Anda bisa download yg mana saja
2. Desktop Manager ( DM ) anda bisa download DISINI
3. Blackberry Swiss Army Kit ( BBSAK ) anda bisa download DISINI

Setelah semua siap, saat nya kita mulai :

Install OS = setelah proses download selesai, install OS anda . Setelah proses install selesai tugas anda berikutnya adalah masuk ke C:\Program Files\Common Files\Research In Motion\AppLoader lalu hapus file vendor.xml nya , seperti gambar dibawah

etelah itu saat nya memulai step yg lumayan penting . mohon di baca secara seksama

Back up data
untuk back up data internal seperti sms, call log, bbm, phone book, notes dll anda bisa menggunakan DM ( Desktop Manager )

Buka Desktop Manager lalu colok BB anda lalu silahkan ikuti step dibawah ini

Ingat, jgn putuskan dulu bb anda dgn pc sampai proses back up selesai

Back up 3rd party Aplikasi

setelah proses back up selesai , tutup dulu DM nya
sekarang buka BBSAK untuk memback up aplikasi anda, seperti Twitter, FB dan aplikasi2 yg lain.
step nya tinggal ikuti proses dibawah ini

and you are done.

Back up data sudah , back up aplikasi juga sudah saat nya melanjutkan ke step berikutnya

Wipe
WIPE = proses ini adalah proses menghapus semua isi dari Blackberry anda, sekali lagi, semua. oleh karena itu pastikan anda melakukan proses back up seperti proses diatas terlebih dahulu sebelum anda melakukan wiping ini. untuk proses Wipe kali ini saya akan menggunakan BBSAK . silahkan anda ikuti step dibawah ini

setelah selesai bb anda akan melakukan restart , lalu setelah proses loading bar bb anda tidak akan keluar home screen, tapi muncul gambar disilang dgn tulisan ” RELOAD SOFTWARE ” dan seluruh layar berwarna putih seperti gambar dibawah ini

Jangan panik, karena memang itu lah tujuan dari proses WIPE ini . selanjutnya mari kita isi Gemini anda dgn OS yang baru

INSTALL OS

pertama tentu anda masih ingat setelah meng Install OS masuk ke C:\Program Files\Common Files\Research In Motion\AppLoader lalu hapus file vendor.xml nya , seperti gambar dibawah


kalo proses diatas sudah anda lakukan di awal tadi, anda bisa ignore dan lanjutkan ke step berikutnya
masuk ke C:\Program Files\Common Files\Research In Motion\AppLoader , lalu ikuti gambar dibawah

Kalau muncul pop up seperti ini, pilih yg bawah


Centang aplikasi dan bahasa yg anda akan masukkan ke Gemini anda, ingat lakukan dgn hati hati karena begitu anda kelupaan mencentang salah satu aplikasi, anda harus melakukan proses ini dari awal. stelah selesai mencentang pilih next

saat muncul pop up ini, periksa kembali aplikasi yg akan anda inject ke Gemini anda, setelah yakin pilih Finish

now upgrade on process…


upgrade D O N E ……

Setelah proses installasi selesai, bb anda akan melakukan re start. Proses loading bar akan stuck di huruf ” E ” untuk beberapa lama. kisaran waktunya bervariasi antara 5 – 20 menit ( bahkan lebih ) tapi tidak sampai ber jam-jam. kalau sampai berjam-jam itu berarti ada yg salah dgn proses instalasinya, saya sarankan anda mengulangi prosesnya lagi dari awal. Dan setelah loading bar selesai akan muncul home screen , Selamat BB anda mempunyai OS Baru . Gak Percaya udah selesai ? coba deh colok BB lalu buka DM cek OS nya seperti gambar dibawah

lihat kan ? bb anda sudah punya OS yang baru , atau cara lain anda bisa klik option, lalu about dan akan muncul pic seperti ini

RESTORE

Yang pertama kita re store adalah data anda terlebih dahulu .
Buka DM lalu colok BB , selanjutnya ikuti step dibawah :

Pilih file back up anda, pilih yg paling update

Press yes

Proses re store sedang berlangsung, tunggu hingga selesai

Sekarang waktunya untuk me re store aplikasi anda . Kita akan menggunakan BBSAK untuk merestore aplikasinya.
seperti biasa colok bb ke pc lalu buka BBSAK dan ikuti stepnya seperti gambar :

Proses untuk upgrade BB anda selesai sampai disini . Mudah kan ? asal anda membaca secara cermat dan jgn lupa berdoa supaya listrik ga mati
Jadi dari pada buang uang 50rb untuk ke counter pulsa, mending belajar sendiri . Gampang kan

-Selamat Mencoba-

Dipublikasi di Utak Atik | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Membuat Kreasi Tampilan Jumlah Pengunjung Di Blog

Sekarang saya akan coba memberikan cara mudah untuk memasang hit counter yang gunanya untuk mengetahui berapa orang yang telah mengunjungi blog om/tante dengan tampilan yang beraneka ragam.

Langkah-langkahnya adalah:

1. klik basicstat.com

Contoh :

2. pilih jenis tampilannya dan klik “generated code”

3. setelah itu tinggal meng-copy code yang ada dibawahnya, seperti pada gambar. Untuk meletakannya ke blog sama seperti meletakkan shoutbox pada edisi lalu. yaitu tinggal “tambah gadget” dan pastekan code tadi. Copykan kedua kode tadi untuk memperoleh tampilan yang lebih menarik.

-Selamat Mencoba-

Dipublikasi di Utak Atik | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar